Pertunjukan Malam Sepasang Lampion

July 21st, 2008

Dimuat di kolom Budaya, harian Suara Merdeka | Senin, 24 Mei 2004

YAYASAN Lengkong Cilik bekerja sama dengan Penerbit Buku Kompas, bakal menggelar pertunjukan Malam Sepasang Lampion di Auditorium RRI Semarang, Rabu (26/5), pukul 19.00.

Pertunjukan yang disutradarai oleh Agus Maladi Irianto tersebut, bertolak dari cerpen-cerpen Triyanto Triwikromo yang dibukukan dalam kumpulan cerpen Malam Sepasang Lampion.

Apa isi pertunjukan itu? Teks Triyanto menjinjing berbagai persoalan yang terjadi pada kerusuhan Mei 1998. Ada pemerkosaaan terhadap perempuan-perempuan Tionghoa yang mengenaskan, dan pula ada kehancuran martabat yang dialami oleh orang-orang tak berdosa.

Agus Maladi mendekati teks-teks itu secara bebas. Dia menggunakan berbagai peralatan multimedia untuk menggubah kemurungan naskah Triyanto menjadi pertunjukan yang riuh dan karya warna.

”Saya sangat rindu menggarap teater. Dan itu, menjadi pertaruhan saya untuk aktif sebagai sutradara kembali,” kata dia.

Sejumlah teaterawan dan penari terlibat dalam pementasan itu, antara lain Adeet Kaliksanan, Silvi, Trontong Sadewa, Paminto, Jawa Blero, dan Prasetyo.

Sebelumnya, pukul 09.00, di Ruang Pertemuan Lemlit Unika Soegijaprana Semarang, kumpulan cerpen tersebut bakal dibedah oleh feminis Dr Agnes Widanti SH CN dan Doni Danardono SH MHum. ”Kami tertarik menyelenggarakan diskusi ini, lantaran teks-teks Triyanto banyak yang berkait dengan dunia keperempuanan,” jelas Ika dari Pusat Studi Wanita Unika Soegijapranata.

Apa yang menarik dari teks-teks tersebut, sehingga buku Malam Sepasang Lampion telah diinden oleh banyak orang sebelum terbit?

”Saya menyukai teks-teks yang mengangkat sisi gelap manusia. Lagi pula, teks-teks Triyanto berkait dengan korban Tragedi Mei. Karena itu, jauh sebelum terbit jadi buku, saya sudah inden. Saya akan bagi-bagikan buku itu kepada kolega saya sebagai suvenir,” kata H Maksum Pinarto, muslim Tionghoa dari PITI.(D4-63a)

Leave a comment